Pendampingan pembuatan pesawat ultralight milik Haerul, seorang pemuda asal Kab. Pinrang, Sulsel yang awalnya membuat pesawat Ultralight bermesin sepeda motor hasil rakitan pribadi di bengkel miliknya di Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan dan berhasil mengudara sejauh 20 meter di Pantai Ujung Tape, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang pada Januari 2020 lalu. Pendampingan ini diberikan kepada Haerul untuk menyempurnakan rakitan pesawatnya agar memenuhi standar pengamanan dan penerbangan. Pendampingan pembuatan pesawat dari Departemen Mesin Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin dipimpin Prof. Nasaruddin Salam (Guru Besar Departemen Mesin Fakultas Teknik, Unhas)

Pendampingan pembuatan pesawat ultralight milik Haerul ini telah di mulai sejak September 2020 lalu, dimulai dari proses desain hingga saat ini telah menyelesaikan proses pembuatan prototype yang dilakukan di Workshop Fakultas Teknik Unhas. Pesawat ultralight ini juga telah melewati uji laboratorium terhadap daya angkat dan daya hambat, demikian pula secara uji teoriitis pesawat ini dapat terbang.
Pembuatan pesawat ini sesuai standardisasi dan diawasi langsung oleh pihak Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), sehingga dalam proses pembuatan diperlukan kombinasi aplikasi dan komunikasi oleh berbagai pihak. Selain digunakan untuk olahraga Dirgantara, pesawat ultralight ini bisa digunakan dalam bidang pertanian, seperti pemupukan atau penyemprotan hama lewat udara.

